Daerah

Cerita Haru KSPPG Sumberjambe Semek Melihat Botol Minum Siswa

38
×

Cerita Haru KSPPG Sumberjambe Semek Melihat Botol Minum Siswa

Sebarkan artikel ini
HARU: Siswa SDN Rowosari 03, Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember saat gunakan botol bekas, untuk bekal minum usai menikmati menu MBG. (Foto: Istimewa)

Jember, TelitiJatim.com – Berawal dari laporan sekolah, memperlihatkan siswa berdoa bersiap menikmati menu MBG pada hari itu, kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) Sumberjambe Semek Khoirul Anam.

Katanya ada yang mengganjal. Bukan soal menu MBG yang sudah terdistribusi. Tetap  minuman air putih siswa yang memakai botol bekas.

Anam merasa tersentuh melihat kondisi itu. Selain kelayakan, dia juga memperhitungkan kesehatan siswa melalui kebersihan botol minuman yang dipakai untuk bekal.

“Saya tersentuh hati saat melihat bekal air siswa memakai botol bekas,” ungkapnya.

Tidak cukup dengan merasa tersentuh, Anam lalu patungan seikhlasnya dengan sejumlah karyawan dan relawan dapur, membeli botol yang layak dan higienis dan lebih terjamin untuk kesehatan siswa.

“Kami sepakat untuk memberikan botol gratis yang lebih layak kepada siswa untuk bekal minum mereka di sekolah,” tegasnya

Pada hari yang berbeda. Belasan siswa duduk rapi di kursi masing-masing. Mereka tampak khusuk menyimak penjelasan dari pria berbaju putih di depannya.

Sesekali pria itu memperagakan cara membuka botol air. Sejurus kemudian, pria itu memberikan botol demi botol kepada sejumlah siswa. Di sudut lain, perempuan berjilbab melakukan hal yang sama.

Begitu visual yang terekam saat pembagian botol minuman oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberjambe Semek, bagikan botol minuman untuk seluruh siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rowosari 03, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Senin (21/09/26).

Pembagian botol minuman diberikan langsung oleh Kepala SPPG Khoirul Anam, Asisten Lapangan (Aslap) Tegar Malik Maulana dan Ahli Gizi Indi Amorsa Febianti. Pembagian botol, didampingi langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SDN Rowosari 03, Siti Nurwahyuni, S.Pd.

Pantauan TelitiJatim.com, jarak tempuh yang dilalui dari Dapur SPPG menuju sekolah sekitar lima kilometer. Melewati jalan pegunungan seukuran satu unit mobil, dengan kondisi sebagian jalan berdebu dan sebagian lain penuh bebatuan.

Di lokasi sekolah, para siswa menyambut kedatangan pihak SPPG dengan salim cium tangan. Para siswa sangat senang mendapat botol minuman berbahan plastik, sebagai wadah air minum saat di sekolah.

“Sekolah ini masuk wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Tapi saya sendiri merasa ada ketenangan saat ke sekolah ini. Meski lokasinya lumayan jauh. Karena dengan akses terbatas, anak anak semangat belajarnya setara dengan siswa yang akses sekolahnya lebih mudah,” kata Anam.

Inspirasi pemberian botol minuman itu, kata Anam, berawal dari laporan foto dokumentasi sekolah. Waktu itu anak-anak siswa menikmati menu MBG. Para siswa memakai botol bekas sebagai wadah air minumnya. Menurutnya botol yang dipakai siswa dinilai kurang layak dan tidak higienis.

“Waktu itu saya melihat botol minumannya ada bekas botol teh pucuk, sprite, dan beberapa jenis botol bekas yang kurang layak dipakai untuk anak-anak,” jelasnya.

Melihat ketidaklayakan itu, Anam berinisiatif membagikan botol minuman bagi siswa. Dia berharap botol yang dibagikan lebih menjamin kebersihan dan kelayakan pemakainnya.

“Botol yang kami bagikan bisa difungsikan setiap hari oleh siswa untuk wadah bekal air saat ke sekolah,” ucapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Sekolah SDN Rowosari 03, Siti Nurwahyuni, S.Pd, menyambut hangat niat tulus pihak SPPG untuk semua peserta didiknya. Menurutnya, pembagian botol minuman ini memiliki banyak manfaat bagi para siswa di sekolah tersebut.

“Alhamdulillah. SPPG Sumberjambe Semek, turut memberi perhatian untuk anak didik kami. Tentu botol minuman ini akan bermanfaat setiap harinya untuk para siswa di sekolah ini,” ulasnya.

Siti berharap, para siswa memanfaatkan botol minuman itu sebaik mungkin. Ia juga meminta agar botol itu dijaga dengan baik, tidak hilang. Menurutnya menjaga botol itu adalah sedikit pembelajaran bagi siswa untuk melatih rasa tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan siswa.

“Manfaatkan dengan baik, fungsikan dengan baik, jangan sampai hilang. Sayangi apa yang didapatkan hari ini ya,” lantangnya di depan para siswa. (aln/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *