Jember, TelitiJatim.com – Lalui jalan menanjak, berlumpur, curam, dan berbatu tak menciutkan kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberjambe Semek, Jember.
SPPG ini tetap mendistribusikan menu MBG di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) seperti di SDN Rowosari 3 dan Posyandu di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember.
Driver motor bertuliskan Badan Gizi Nasional (BGN), Saiful bercerita, untuk sampai ke lokasi harus melintasi jalan seukuran satu unit mobil, dengan kondisi jalan bebatuan dan suasana jurang di sisi kanan kirinya.
“Jalurnya full bebatuan dan banyak tanjakan. Meski ada aspalnya hanya sisa sedikit saja,” katanya kepada TelitiJatim.com, Senin (27/07/2026)
Saiful mengaku, perjalanan menuju lokasi Penerima Manfaat (PM), secara normal butuh waktu hingga 20 menit tanpa hambatan apapun. Sementara jarak yang ditempuh sekitar lima kilometer.
“Kendala yang sedikit sulit kalau lagi berpapasan dengan truk atau mobil. Sehingga saya harus putar balik dulu mencari tempat yang agak lebar,” lanjutnya.
Saiful bilang, terjalnya jalur yang dilintasi membuatnya konsisten memeriksa motor yang dikendarai. Mulai dari bensin, ban dan box MBG.
“Porsi MBG yang saya bawa 21 porsi kecil, 27 porsi besar, 7 ompreng untuk ibu hamil dan 7 tas rapelan juga untuk ibu hamil,” tambahnya.
Perjalanan paling menantang menurut Saiful, saat cuaca licin habis hujan. Dirinya harus lebih hati-hati agar menu MBG sampai kepada PM. Sebab menurutnya, para peserta didik sudah mengharap kedatangannya untuk menerima menu makanan yang dibawanya.
“Anak-anak di wilayah 3T sangat antusias dengan adanya MBG. Mereka jarang menikmati daging dan buah karena jauhnya tempat tinggal dengan pasar,” imbuhnya.
Saiful menyatakan selalu siap mengantar MBG ke Wilayah tersebut, meski selesai hujan. Dirinya siap melintasi jalan penuh lumpur dan genangan air.
“Kalau cuaca sedang hujan saya tetap akan melaksanakan pengiriman. Saya bisa lebih berhati-hati untuk menghindari jatuh atau rusaknya makanan di dalam ompreng,” jelasnya.
Saiful berharap, pengorbanan yang dilakukan bisa menjadi manfaat. Terutama bagi PM di wilaya tertinggal. Hal tersebut menjadi motivasi besarnya untuk tetap semangat melintasi jalan terjal yang dilalui.
“Harapan saya dengan menu MBG ini, para PM di wilayah 3T lebih sehat dan bergizi. Rasa lelah saya hilang ketika melihat senyuman anak-anak disekolah bahagia dengan MBG yang diterima,” pungkasnya. (aln/red)












