Daerah

SPPG Sumberjambe Semek Jaga Gizi Anak Sekaligus Bantu Ekonomi Warga Melalui Menu MBG

63
×

SPPG Sumberjambe Semek Jaga Gizi Anak Sekaligus Bantu Ekonomi Warga Melalui Menu MBG

Sebarkan artikel ini
HIGIENIS: Proses pencucian ompreng menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Sumberjambe Semek, Desa/Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember. (FOTO: SPPG SUMBERJAMBE SEMEK)

Jember, TelitiJatim.com Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberjambe Semek Jember, berkomitmen jaga gizi anak, sekaligus bantu tumbuhkan ekonomi warga sekitar.

Komitmen itu dibuktikan dengan menggandeng masyarakat sekitar, memproduksi menu MBG yang akan diberikan kepada penerima manfaat (PM). Baik siswa maupun kelompok B3. Salah satunya, menu lontong khas setempat.

Menurut Kepala SPPG Sumberjambe Semek, Khoirul Anam, masyarakat sekitar merasa diberdayakan. Masyarakat diminta membuat lontong. Salah satu nasi yang dimasak dengan cara dibungkus, lalu dibeli untuk dijadikan menu MBG.

“Penerima manfaat waktu itu 2000. Jadi lontong yang dibutuhkan hanya 2000 saja,” katanya kepada TelitiJatim.com, Jum’at (07/07/2026).

Pria asal Kabupaten Probolinggo itu menuturkan, harga lontong tiap satu bungkusnya dibeli Rp 1,500. Sementara masyarakat tiap kepala membuat 300 bungkus.

“Harga satu bungkusnya kami beli Rp 1,500 dari enam masyarakat. Tiap orang kami minta buat 300 bungkus. Waktu itu ada 6 orabg yang membuat nasi lontong,” tuturnya.

Lebih lanjut anam mengurai, menu lontong yang didistribusikan mendapat ulasan positif dari PM. Menurutnya, banyak siswa hingga kelompok B3 yang suka dengan menu tersebut.

“Menu lontong itu menu khas desa. Jadi kami menyesuaikan dengan selera penerima dan menyesuaikan kandungan gizinya,” lanjutnya.

Anam berharap SPPG yang dipimpinnya saat ini bisa memberikan manfaat tidak hanya kepada PM. Tapi juga mengangkat ekonomi masyarakat sekitar.

“Kami berharap bisa menggandeng masyarakat dalam hal apapun. Sehingga, manfaat MBG tidak hanya untuk siswa maupun B3. Tapi juga untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar,” harapnya.

Sementara itu Musnaini, salah satu masyarakat setempat pembuat nasi lontong bersyukur, diberi kesempatan berpartisipasi dalam penyediaan menu MBG. Dirinya mengaku mendapat penghasilan tambahan saat nasi lontong yang dibuatnya dibutuhkan oleh SPPG.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur karena dapur meminta saya membuat 300 bungkus nasi lontong,” tuturnya.

Wanita berusia 50 tahun itu berharap, partisipasi pengadaan menu MBG itu tidak hanya sekali saja. Menurutnya, selain turut serta berpartisipasi pengadaan menu, juga dapat penghasilan tambahan.

“Iya mas. Selain turut membantu pengadaan menu, saya juga dapat penghasilan tambahan,” pungkasnya. (aln/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *